Kegiatan Mengajar di TK Anggrek dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach for Indonesia (Pertemuan Keempat)

Binus University Logo-crop-side

Kelas               : LB52 (Kelompok 2)
Dosen             : Rina Patriana Chairiyani, S.S., M.Pd
Kode Dosen    : D1812
Waktu              : Selasa, 5 April 2016
Pukul               : 08.30 – 10.30 (120 menit)
Lokasi              : Jalan Anggrek Rosliana II Blok H
PIC                  : Ibu Dewi

Tim yang Hadir :
Ketua                    : Arvina Swarnadwitya (1901459415)
Anggota               :
Hans Sebastian Goethe (1901460096)
Lisda Melisa (1901492570)
Magfira Intan Salsabil (1901528204)
Muhammad Faqih Naufal (1901521993)

sudah diedit

Topik yang di bahas di Pertemuan keenam mata kuliah Character Building adalah “Tolerance and Cooperation Among the Religious”. Materi yang dibahas dalam pertemuan ini berkaitan dengan materi pertemuan sebelumnya yaitu mengenai kepercayaan pada Tuhan (agama).

Dalam Kamus Bahasa Indonesia, toleransi diartikan sebagai sikap menghargai, membiarkan, membolehkan pendirian, pendapat, kepercayaan, kelakuan yang lain dari yang dimiliki oleh seseorang atau yang bertentangan dengan pendirian seseorang. Dalam kaitannya dengan kehidupan beragama, toleransi berarti sikap sabar membiarkan orang lain memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya.

Terdapat beberapa cara untuk mewujudkan sikap toleransi antar umat beragama, diantaranya
1. Membangun Toleransi Melalui Dialog antar Umat Agama
Untuk mengembangkan suatu dialog antar umat beragama, diperlukan suatu model sebagai pedoman. Model – model tersebut yaitu membuat pengelompokan, melakukan dialog bertingkat, dan menghargai perbedaan interpretasi teks suci.
2. Kerjasama antar Umat Beragama

 

Selasa, 5 April 2016 Pukul 07.30 kami berkumpul di Lawson sebelah Kampus Binus Syahdan. Seperti biasa kami berangkat ke TK Anggrek dengan Grabcar. Karena tidak terlalu macet, perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 – 20 menit. Sesampainya disana, kegiatan belajar mengajar telah dimulai, sesuai kesepakatan di awal, kami mulai mengajar pukul 08.30.

Kegiatan belajar mengajar kali ini berbeda dengan minggu sebelumnya, sesuai dengan kesepakatan dengan Ibu Dewi minggu lalu, kami telah menyiapkan sebuah permainan dengan tema “Mengenal Anggota Tubuh”.

20160405_090037

Ibu Dewi menyarankan untuk menggunakan Bahasa Inggris sebagai media komunikasi dalam permainan ini. Kami pun tidak keberatan, hanya saja siswa-siswi masih belum familiar dengan Bahasa Inggris. Berulangkali kami mengatakan kata yang sama, seperti mata yaitu “eyes”, hidung yaitu “nose”, mulut yaitu “mouth”. Hanya 1 dari 14 siswa yang bisa mengulang dengan baik dan lancar. Namanya Revan. Karena itu, kami memberikan susu kotak kepada Revan sebagai hadiah.

 

20160405_085720

Dan untuk siswa yang lain karena permainan ini terlalu sulit, kami memutuskan untuk mengganti bentuk permainan. “Menunjuk Anggota Tubuh” adalah permainan yang kami pilih, cara bermainnya yaitu siswa diminta untuk menunjuk anggota tubuh yang kami sebut, bukan yang kami peragakan. Misalnya kami menyebut hidung tapi kami malah memperagakan menunjuk mata. Siswa harus menunjuk hidung. Permainan ini cukup mudah untuk siswa – siswi dibandingkan dengan permainan sebelumnya. Sebagai akhir permainan, kami membagikan susu kotak kepada siswa lainnya.

20160405_090023

Siswa – siswi kembali ke kelas, dan duduk ditempat masing- masing, Materi pembelajaran kali ini adalah mengayam kertas. Metode pengajaran yang kami gunakan adalah metode demontrasi dan metode mentoring. Di pertemuan kali ini. Hans yang bertugas mengajar di depan kelas, dan yang lainnya mendampingi siswa–siswi.

Pelajaran mengayam kali ini cukup sulit bagi siswa-siswi karena dibutuhkan kesabaran dan kerapihan dalam mengerjakannya. Siswa-siswi banyak yang mengeluh, tapi kami mencoba membangun suasana menjadi lebih menyenangkan, sehingga mereka kembali bersemangat mengerjakan tugas. Tapi sayangnya mereka tidak menyelesaikan tugasnya karena waktunya sangat minim dan sudah terbuang banyak pada saat permainan sebelumnya.

Lisda, Intan, dan Arvina berfoto dengan siswi TK Anggrek

Lisda, Intan, dan Arvina berfoto dengan siswi TK Anggrek

Hans dan Naufal berfoto dengan siswa TK Anggrek

Hans dan Naufal berfoto dengan siswa TK Anggrek

Tidak ada yang tidak mungkin, jika kita mau berusaha dan bersabar. Mungkin ini yang kami dapatkan dari mengajar siswa-siswi dalam hal mengayam. Kami meneladani sikap Ibu Dewi yang selalu sabar dalam membantu siswa-siswi dalam mengerjakan tugas sesulit apapun.

Form Evaluasi :

day 4.1 day 4.2

Hasil Kegiatan

  1. Siswa-siswi mengenal anggota tubuh dan mampu melafalkan dengan lancar dan baik
  2. Siswa-siswi mulai mengenal anggota tubuh dalam Bahasa Inggris
  3. Kemampuan siswa-siswi dalam hal kesabaran dan kerapihan dalam mengerjakan tugas mulai berkembang

Kegiatan belajar mengajar hari ini berlangsung selama 2 jam, dari pukul 08.30-10.30 WIB. Kami mendapat pelajaran baru, bahwa belajar tidak harus melulu membaca buku atau mengerjakan tugas. Ada banyak variasi yang bisa dilakukan untuk mengajak anak belajar, salah satunya dengan diselingi permainan.

Pertemuan selanjutnya merupakan hari terakhir kami untuk mengajar di TK Anggrek.

 

Terima Kasih,
Salam hangat dari kelompok 2, kelas LB 52

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s